Jadi, ini tentang momen di pertandingan basket NBA di mana Victor Wembanyama, pemain muda San Antonio Spurs yang super tinggi itu, bikin alley-oop dunk yang brutal banget di atas Draymond Green dari Golden State Warriors. Tapi yang bikin gemas, wasit malah membatalkan poinnya, nganggapnya foul di lantai sebelum Wemby benar-benar shooting. Nah, diskusinya seru banget nih.
Banyak banget yang sebel sama keputusan wasit itu, merasa itu adalah “kejahatan terhadap basket” dan aturannya kuno, harus diubah. Mereka bilang, kalau pemain sudah melompat untuk alley-oop yang jelas, harusnya dianggap sedang shooting. Ada yang nyebut ini “rule of cool” — momen yang keren banget harusnya dihargai dan poinnya dikasih. Rasa kesal sama wasit itu kuat banget, dianggap merusak momen bersejarah.
Tapi di luar itu, semua terpesona sama aksi Wemby. Banyak yang ngakak dan senang lihat Draymond, yang dikenal sebagai “bully” di lapangan, malah dibully balik. Gambar Draymond yang harus mendongak jauh banget cuma buat nawar tatapan sama Wemby yang tingginya selangit itu dianggap lucu banget, kayak adegan film. Itu jadi simbol “si kecil” yang harus ngadah ke “raksasa”, dan Wemby dilihat sebagai pemain masa depan yang bawa angin segar.
Yang menarik, banyak fans tim lain — bahkan fans Warriors — ngaku jadi suka sama Wemby dan mulai mendukung Spurs karena dia. Ada yang bilang dia bikin basket jadi menarik buat semua orang, bukan cuma fans timnya. Semangat tim Spurs yang langsung membela Wemby saat ada konfrontasi sama Draymond juga dipuji, menunjukkan mereka solid dan nggak takut.
Selain itu, ada juga yang bahas soal siaran Prime Video yang dianggap jernih banget dan komentator Kevin Harlan yang antusias banget teriak-teriak nama Wemby, nambah dramatisasi momen itu. Beberapa orang juga ngaitin mentalitas Wemby yang berani dengan latihannya sama legenda seperti Kevin Garnett, yang dikenal punya mental “fighter”.
Intinya sih, meskipun poinnya dibatalkan, semua setuju bahwa “kerusakan” sudah terjadi — Wemby sudah membuktikan dominasinya, dan momen itu akan diingat sebagai saat di mana sang bintang baru dengan santai “mengajari” veteran yang biasanya suka cari masalah. Rasanya kayak lihat peralihan generasi yang epik, dan hampir semua orang, terlepas dari klub yang didukung, merasa excited mau lihat apa lagi yang bisa dilakukan pemain muda ini ke depannya.